- Diposting oleh : Theresia Ping
- pada tanggal : September 30, 2026
STKPK Bina Insan- Mahasiswa Sekolah Tinggi
Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda (STKPK Bina
Insan) mendapatkan layanan bimbingan karier melalui program pendalaman
spiritualitas dan pembentukan karakter religius dalam pelatihan doa Rosario dua
bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Latin. Kegiatan ini diselenggarakan pada
tanggal 30 September 2026, pukul 15.00-17.40 WITA di kapel Santo Antonius Padua
STKPK Bina Insan.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari pembinaan mahasiswa baru dalam mengenal budaya
kerohanian kampus sekaligus memperkaya pengalaman belajar melalui penggunaan
bahasa Inggris dan bahasa Latin dalam doa Rosario. Pelatihan diarahkan untuk
memperkenalkan, melatih, dan membiasakan salah satu tradisi doa yang menjadi
bagian dari kehidupan kerohanian di lingkungan STKPK Bina Insan.
Selain
memiliki dimensi pembinaan spiritual, kegiatan ini juga mendukung proses
pencapaian pembelajaran mahasiswa. Penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Latin
dalam konteks doa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan
berbahasa, beradaptasi dengan pengalaman belajar yang baru, serta menerapkan
pengetahuan secara kontekstual. Hal ini sejalan dengan capaian pembelajaran
lulusan (CPL) STKPK Bina Insan yang menekankan kemampuan berpikir logis,
kritis, sistematis, dan inovatif; pengembangan diri secara berkelanjutan;
kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif; serta penerapan
pengetahuan sesuai bidang keahlian dengan memperhatikan nilai-nilai humaniora.
Bagi mahasiswa
baru, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Sebelum memasuki lingkungan kampus, sebagian mahasiswa terbiasa mendaraskan doa
Rosario dalam bahasa Indonesia. Melalui pelatihan ini, mereka memperoleh
kesempatan untuk mengenal sekaligus mempraktikkan doa Rosario dalam bahasa
Inggris dan bahasa Latin.
Selama kegiatan
berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat dalam proses pembelajaran dan
praktik doa. Penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Latin memberikan pengalaman
baru sekaligus memperkenalkan kosakata, pelafalan, dan ungkapan-ungkapan yang
digunakan dalam doa. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi latihan
kerohanian, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan
aspek spiritual, bahasa, komunikasi, dan pembentukan karakter.
Salah seorang
peserta, Maria Angelina Beting, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut
menyenangkan dan memberikan pengalaman baru.
“Saya merasa senang karena bisa mengikuti pelatihan ini. Ini juga
menjadi salah satu pelajaran baru untuk saya karena di tempat saya tidak pernah
melaksanakan Doa Rosario menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Latin.”
Pengalaman
mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa baru dapat menjadi
ruang belajar yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada budaya
kampus secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengalami dan
mempraktikkannya secara langsung. Proses tersebut mendukung pembentukan sikap
terbuka terhadap pengalaman baru, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk
mengembangkan potensi diri.
Dalam perspektif
penjaminan mutu internal perguruan tinggi, kegiatan pembinaan seperti ini dapat
dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan yang mendukung ketercapaian
kompetensi mahasiswa secara holistik. Pembelajaran tidak hanya berlangsung
melalui kegiatan perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman akademik dan
nonakademik yang dirancang untuk mendukung perkembangan pengetahuan,
keterampilan, sikap, nilai, dan karakter mahasiswa.
Kegiatan
pelatihan juga menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa baru terhadap
kehidupan akademik dan komunitas STKPK Bina Insan. Melalui pendampingan dan
kebersamaan, mahasiswa diperkenalkan pada nilai-nilai kehidupan kampus
sekaligus didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan
diri.
Melalui kegiatan
ini, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal dan mampu menyesuaikan diri
dengan budaya akademik serta kehidupan komunitas STKPK Bina Insan. Selain itu,
mahasiswa diharapkan terus mengembangkan potensi diri dalam bidang akademik,
kerohanian, kemampuan berbahasa, komunikasi, kerja sama, dan kehidupan bersama.
Bagi STKPK Bina
Insan, pembinaan mahasiswa baru merupakan bagian integral dari proses
pendidikan. Pembinaan tidak berhenti pada pengenalan budaya kampus, tetapi
diarahkan pada pengalaman nyata dalam menghidupi nilai-nilai komunitas sebagai
bagian dari pembentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi, karakter, dan
tanggung jawab sesuai dengan profil lulusan sebagai calon guru agama Katolik
dan katekis.
Dengan demikian,
Pelatihan Doa Rosario dalam bahasa Inggris dan Latin menjadi salah satu bentuk
pembinaan yang mengintegrasikan kehidupan kerohanian, pengalaman belajar,
pengembangan kemampuan berbahasa, pembentukan karakter, dan pengenalan budaya
akademik. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen STKPK Bina Insan
dalam menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada pencapaian capaian
pembelajaran lulusan dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan


