Skip to Content
Loading...
Helpdesk
Helpdesk
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pembelajaran Kontekstual di STKPK Bina Insan: Mahasiswa Laksanakan Aksi Bersih Lingkungan

Mahasiwa program studi Pendidikan Keagamaan Katolik STKPK Bina Insan melaksanakan aksi peduli lingkungan di wilayah RT 7, kelurahan Bugis, pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 08.00–11.00 WITA. Kegiatan ini merupakan praktik nyata dari mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup yang mengajak mahasiswa belajar langsung dari realitas lingkungan di sekitar mereka.

Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus penyerahan seluruh proses kegiatan kepada Tuhan. Doa dipimpin oleh Pastor Fabianus Lana, Lic.Theol., dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup yang juga mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Setelah doa pembuka, para mahasiswa langsung melaksanakan aksi bersih lingkungan di area sekitar lokasi kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membersihkan lingkungan dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di sepanjang area kegiatan. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dipilah, terutama memisahkan sampah plastik dari jenis sampah lainnya agar lebih mudah diproses dan didaur ulang. Dari kegiatan ini mahasiswa menemukan bahwa sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan plastik masih sangat tinggi, sementara pengelolaannya setelah digunakan sering kali belum dilakukan secara bertanggung jawab.

Pastor Fabianus Lana dalam sambutannya menegaskan bahwa pembelajaran tentang lingkungan hidup tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia juga mengingatkan kembali pesan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’ yang mengajak seluruh umat untuk mengalami pertobatan ekologis, yaitu perubahan sikap dan gaya hidup menuju kehidupan yang lebih sederhana, menghargai ciptaan, serta aktif merawat bumi sebagai rumah bersama.

Aksi peduli lingkungan ini juga merupakan tanggapan konkret terhadap Surat Gembala Pra-Paskah Tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Keuskupan Agung Samarinda. Dalam surat gembala tersebut, umat Katolik diajak untuk semakin menyadari pentingnya pertobatan ekologis melalui perubahan sikap dan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Berbagai bentuk kerusakan lingkungan seperti pencemaran, eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, serta penggunaan plastik yang tidak terkendali semakin memperparah kondisi bumi oleh karena itu seluruh umat dipanggil untuk berkontribusi secara nyata dalam menjaga dan memulihkan lingkungan hidup demi keberlanjutan kehidupan bersama.

Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan sikap kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama dalam merawat bumi. Tindakan sederhana seperti membersihkan lingkungan dan memilah sampah menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun kesadaran ekologis serta gaya hidup yang sehat dan ramah lingkungan.

Sebagai calon katekis, para mahasiswa dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai Injil. Kepedulian terhadap lingkungan hidup menjadi salah satu bentuk konkret pewartaan iman di tengah dunia saat ini, yakni dengan merawat dan menjaga keutuhan ciptaan sebagai anugerah Tuhan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari tugas akademik, tetapi juga menjadi awal dari komitmen bersama untuk terus menjaga dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan demi kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.


Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?