- Diposting oleh : Theresia Ping
- pada tanggal : Juli 06, 2026
STKPK Bina Insan berkomitmen menamkan sikap peduli lingkungan kepada mahasiswa sebagi upaya untuk menjaga keutuhan ciptaan. Upaya ini dilakukan dengan mengintegrasi antara teori dan praktik, sebelumnya telah dilaksakan kegiatan pembersihan lingkungan kampus dan kawasan sekitarnya sebagai implementasi dari mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup. Komitmen tersebut kembali dilaksanakan melalui aksi reboisasi dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung pada tanggal 2-5 Juli 2026 di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada
Jumat, 3 Juli 2026, dilaksanakan katekese bagi Orang Muda Katolik (OMK) dengan mengusung
tema: "Berjalan Bersama Menjaga Keutuhan Ciptaan sebagai Ruang
Kehidupan." Melalui katekese tersebut OMK diajak memahami bahwa menjaga
lingkungan merupakan bagian dari panggilan iman. Dengan menggunakan metode
SOTARKAE (Situasi, Objektif, Tema, Analisis, Rangkuman, Kitab Suci, Aksi, dan
Evaluasi), peserta diajak melihat realitas kerusakan lingkungan,
merefleksikannya dalam terang Sabda Allah, kemudian membangun komitmen melalui
aksi nyata untuk menjaga keutuhan ciptaan.
Dalam
materi katekese ditegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa
Allah (Kejadian 1:26–27) serta dipercaya untuk mengusahakan dan memelihara bumi
(Kejadian 2:15). Ajaran tersebut diperdalam melalui Ensiklik Laudato Si'
yang mengajak setiap orang beriman membangun pertobatan ekologis dengan
menghadirkan kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.
Bapak
Nikolaus Anggal, S.Ag., M.Pd., selaku dosen yang mendampingi kegiatan katekese menegaskan
bahwa, "Kita adalah Gereja dan Gereja adalah kita. Maka, kepedulian Gereja
adalah kepedulian kita." Melalui pesan tersebut peserta diajak menyadari
bahwa sebagai bagian dari Gereja, setiap orang dipanggil untuk menghadirkan
kasih Allah melalui kepedulian terhadap sesama dan seluruh ciptaan. Peneguhan
tersebut semakin menguatkan semangat OMK untuk mewujudkan hasil katekese
melalui aksi nyata.
Pada Jumat, 4 Juli 2026, dilaksanakan Pemberdayaan OMK melalui kegiatan penanaman pohon sebagai aksi nyata dari kegiatan katekese. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan Desa Kedang Ipil yang mulai kehilangan keasrian akibat berkurangnya kawasan hutan sebagai dampak dari pemanfaatan sumber daya alam yang semakin meningkat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa bersama OMK berupaya menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali semangat menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon.
Suasana penanaman berlangsung penuh sukacita, kebersamaan, dan antusiasme. Mahasiswa, OMK, para dosen, serta pengurus stasi bekerja sama menanam setiap bibit pohon sebagai simbol harapan bagi masa depan lingkungan Desa Kedang Ipil. Aksi nyata ini menunjukkan bahwa orang muda memiliki peran penting sebagai penggerak dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.
Sebanyak 45 bibit pohon yang terdiri atas 10 jenis tanaman buah, antara lain durian, mangga, rambutan, sawo, matoa, jambu air, jeruk manis, jeruk purut, dan alpukat, ditanam di sekitar lingkungan gereja dan kebun stasi. Penanaman dilakukan oleh mahasiswa bersama OMK dan didampingi oleh dosen STKPK Bina Insan, Pastor Donatus Dole, M.Pd. dan Bapak Nikolaus Anggal, S.Ag., M.Pd., serta pengurus Stasi Santo Paulus Kedang Ipil.
Bagi
mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik STKPK Bina Insan, kegiatan
ini bukan sekadar bagian dari program akademik maupun pengabdian kepada
masyarakat, melainkan juga proses pembentukan jati diri sebagai calon katekis.
Seorang katekis dipanggil tidak hanya untuk mewartakan Injil melalui pengajaran,
tetapi juga melalui kesaksian hidup yang nyata. Kepedulian terhadap lingkungan
merupakan salah satu bentuk pewartaan iman yang menghadirkan kasih Allah dalam
kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap semangat menjaga keutuhan ciptaan terus bertumbuh di kalangan Orang Muda Katolik dan seluruh masyarakat. Reboisasi ini menjadi bukti bahwa iman yang dihayati dengan sungguh-sungguh akan melahirkan tindakan nyata. Setiap bibit yang ditanam bukan hanya menjadi harapan bagi tumbuhnya pohon-pohon baru, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk merawat bumi sebagai rumah bersama demi kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang.






