Skip to Content
Loading...
Helpdesk
Helpdesk
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

PKKMB STKPK Bina Insan 2026:Membentuk Katekis Penjaga Keutuhan Ciptaan melalui Aksi Peduli Lingkungan

STKPK Bina Insan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian ekologis melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 16-19 Juli 2026, di kampus STKPK Bina Insan, Jl. WR. Soepratman, No. 2.

Kegiatan ini mengusung tema: "Menjadi Katekis Penjaga Keutuhan Ciptaan". Tema ini dipilih sebagai implementasi dari komitmen STKPK Bina Insan dalam menindaklanjuti Surat Gembala Uskup Keuskupan Agung Samarinda Tahun 2026 yang mengajak seluruh umat untuk semakin peduli dan terlibat aktif dalam menjaga keutuhan ciptaan melalui aksi nyata.

Tujuan PKKMB yaitu memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru dan sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter calon katekis dan guru Pendidikan Agama Katolik yang berintegritas, berwawasan ekologis, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Sebagai implementasi tema tersebut, sebanyak 25 mahasiswa baru bersama mahasiswa-mahasiswi STKPK Bina Insan yang tergabung sebagai panitia PKKMB melaksanakan kegiatan ACIL (Aku Cinta Lingkungan) pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 15.00-17.00 WITA, di wilayah Kelurahan Bugis, RT 007, Samarinda. Aksi bersih lingkungan tersebut mencakup sejumlah titik strategis di sekitar kampus, antara lain kawasan Kampus STKPK Bina Insan, Masjid, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), kawasan Korem, serta Gereja Katedral Santa Maria Samarinda. 

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas agama maupun institusi, melainkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai sesama penghuni bumi. Ketua STKPK Bina Insan dalam sambutannya menegaskan bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

"Merawat ciptaan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Justru dari kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun kepedulian terhadap sekitar, kita sedang menunjukkan kasih kepada Tuhan melalui ciptaan-Nya," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa seorang calon katekis tidak hanya dipanggil untuk mewartakan Injil melalui kata-kata, tetapi juga melalui teladan hidup yang nyata. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari spiritualitas dan panggilan pelayanan Gereja pada masa kini.


Kegiatan ACIL dalam PKKMB 2026 ini merupakan kelanjutan dari berbagai gerakan ekologis yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh STKPK Bina Insan. Beberapa bulan sebelumnya, mahasiswa melaksanakan Aksi Nyata Paskah 2026 berupa kegiatan pembersihan lingkungan di kawasan Kelurahan Bugis. Selanjutnya, dalam program Live In di Stasi Santo Paulus Kedang Ipil, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan reboisasi dengan menanam berbagai jenis pohon buah dan tanaman penghijauan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

Kesinambungan berbagai program tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan telah menjadi budaya kampus yang terus dihidupi. STKPK Bina Insan berupaya menjadikan pendidikan ekologis sebagai bagian dari proses pembinaan calon katekis dan guru Pendidikan Agama Katolik agar memiliki kesadaran ekologis yang utuh, berlandaskan iman, sekaligus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menariknya, hasil dari gerakan yang telah dilakukan sebelumnya mulai tampak secara nyata. Selama pelaksanaan kegiatan ACIL tahun ini, para peserta mengamati bahwa kondisi lingkungan di wilayah Kelurahan Bugis mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Sampah plastik yang sebelumnya banyak ditemukan di sepanjang jalan kini jauh berkurang, begitu pula sampah-sampah yang dahulu berserakan di berbagai sudut lingkungan. Kawasan sekitar kampus dan fasilitas umum tampak lebih bersih, lebih tertata, dan semakin terawat.

Perubahan tersebut menjadi indikator bahwa gerakan kecil yang dilakukan secara bersama dan berkesinambungan mampu menghasilkan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan mulai tumbuh, sementara keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk edukasi yang mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi identitas seluruh mahasiswa STKPK Bina Insan. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya menjadi tema tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang diwujudkan dalam berbagai program kampus. Dengan cara inilah STKPK Bina Insan menjawab ajakan pastoral Uskup Keuskupan Agung Samarinda, yakni menghadirkan iman yang hidup melalui tindakan nyata demi menjaga keutuhan ciptaan.

Kegiatan PKKMB tahun 2026 menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk belajar membuka diri pada seluruh proses pembinaan, pelatihan dan pembentukan kepribadian di STKPK Bina Insan sehingga kelak sungguh menjadi katekis yang beriman, berintegritas, dan berwawasan ekologis. Semangat tersebut diharapkan tercermin dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, sebagai generasi muda Gereja, para calon katekis diharapkan mampu menjadi pelopor yang menginspirasi semakin banyak orang untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada umat manusia.







Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?